Sering Dikunjungi

  • Mahasiswa Teknik Informatika Bingung Mau Kerja Apa? Simak 7 Pekerjaan Lulusan Teknik Informatika Dengan Gaji Paling Besar

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022
  • HIMATIF UNIMAL BERSAMA PERMIKOMNAS WILAYAH 1 AKAN MENGOPTIMAL ARTIFICIAL INTELIGENT (AI)

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022
  • MAHASISWA KKN PPM 114 UNIVERSITAS MALIKUSSALEH IKUT SERTA MENYUKSESKAN MAULID NABI DAN MEMBUAT WEB DESA ALUE AWE

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022

Tag

  • Migas
  • Kampus
  • Iptek
  • Sekolah
  • Publik

Follow Us

  • Kontak
  • Redaksi
  • Ketentuan dan Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang
Login | Daftar
  • Home
  • News
  • Edukasi
    • Iptek
    • Kampus
    • Publik
    • Sekolah
  • Sosok
  • Lintas Desa
  • Lainnya
    • Wisata
    • Lensa
    • Storia
    • Galeri
    • Opini
    • Home
    • Blog
    • Sultan Iskandar Muda, Aceh Melawan Portugis
    Storia

    Sultan Iskandar Muda, Aceh Melawan Portugis

    • Ramadhana AB
    • Jul 25, 2022
    • 0
    • 2 min read
    • Last Updated At : Apr 22, 2026

    Marjinal.id -  Sejak bangsa Portugis menduduki Malaka pada 1511, Kerajaan Islam Aceh merupakan pesaing terberat dalam perdagangan, Pelabuhan Aceh bertambah ramai. Perdagangan Asia berpusat di Negeri Serambi Mekah itu. Namun, seiring berjalannya waktu, Portugis juga mengendus bahaya lain. Bukan lagi masalah perdagangan. Melainkan penyerangan terhadap Portugis.

    Bangsa kolonial mulai khawatir bahwa sewaktu-waktu terjadi peperangan. Tak ayal, persaingan dagang antara Portugis dan Kerajaan Aceh semakin memanas, pertempuran kerap terjadi di laut. Armada Portugis digempur patroli-patroli angkatan laut Aceh.

    Memasuki pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1639) armada kekuatan Aceh telah disiapkan untuk menyerang kedudukan Portugis di Malaka. Saat itu, Aceh telah memiliki armada laut yang mampu mengangkut ratusan prajurit.

    Pada saat itu wilayah Kerajaan Aceh telah sampai di Asumatera Timur dan Sumatera Barat. Pada 1629 Aceh mencoba menaklukkan Portugis. Namun gagal. Kerajaan Aceh belum berhasil memetik kemenangan. Meski demikian, Aceh masih tetap berdiri sebagai kerajaan yang merdeka. Portugis belum berani menjajah.

    Denys Lombard dalam Kerajaan Aceh mengungkapkan, untuk mempertahankan diri dari ancaman Portugis Kerajaan Aceh melakukan beberapa upaya. "Di antaranya menjadlin hubungan dengan Turki, Persia, dan Gujarat. Aceh juga mendapat bantuan berupa kapal, prajurit, dan makanan dari berbagai pedagang muslim," tulis Lombard.

    Pertikaian antara Aceh dan Portugis berlangsung lama. Sultan Iskandar Muda bahkan, tulis Lombard, menyerukan jihad bagi masyarakat Aceh untuk melawan penindasan. "Memantik semangat juang rakyat Aceh. Pertempuran besar kerap terjadi. Tidak hanya di darat, di lautan pun armada kedua belah pihak kerap bertempur."

    Meski demikian, peta kekuatan Aceh dan Portugis sama-sama hebat. Kemudian, pada 1629 Aceh kembali menggempur Portugis di Malaka. Sebanyak 19.000 prajurit disiapkan. Pertempuran sengit tak terelakkan. Perang hebat kembali terjadi. Sayangnya, Kerajaan Aceh menemui kegagalan. Portugis menang. Sampai pada akhirnya, tahun 1641 Malaka jatuh ke tangan Perusahaan Kongsi Dagang Hindia Belanda (VOC).

    Mulanya, kolonial Belanda bermaksud membuat Malaka menjadi pelabuhan yang ramai dan ingin menghidupkan kembali kegiatan perdagangan seperti yang pernah dialami Malaka pada masa sebelumnya.

    Namun, janji tinggallah janji. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat, Kerajaan Aceh mengalami kemunduran. Ketika Kerajaan Aceh dipimpin Sultan Safiatuddin (1641-1675), Aceh tidak bisa mempertahankan kedaulatannya penindasan kolonial kian merajalela. (Merahputih.com)

    • bagikan :

    Berita Terkait

    • Ramadhana AB
    • Mon 07, 2022

    Kisah Perjuangan Tgk CHIK DITIRO

    • Ramadhana AB
    • Mon 07, 2022

    Diplomasi Aceh - Istanbul yang Gagal

    Masuk untuk berkomentar

    Buat Akun Baru? Forgot Password?

    Kategori

    • Opini 11
    • Galeri 1
    • Storia 38
    • Lensa 7
    • Wisata 5

    sering dikunjungi

    • Latih Pelaku Usaha UMKM, Dosen Unimal Lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kota Bireuen

      • Jul 26, 2022
    • Dibatalkan, Aturan Mudik Lokal di Aceh Wajib Punya Surat Hasil Antigen. Simak Ulasannya!

      • May 04, 2021
    • PT. ADHI KARYA, Proyek Jaringan Gas Bumi di Kota Langsa Telah Selesai Di Rampungkan

      • Jul 26, 2022

    Tag

    • Publik
    • Sekolah
    • Iptek
    • Kampus
    • Migas

    Mari Berlangganan

    Dapatkan Berita Terbaru dari Marjinal.id

    The Hidden Voice - Marjinal- Informasi, edukasi, aktivitas kaum Marjinal yang suaranya tak terdengar seputar desa, kampus, sekolah, cerita sejarah, budaya, wisata, sosok mereka yang berjasa pada komunitasnya, dan sisi kemanusian

    Berita Populer

    • Tak Lama Lagi, 6 Perusahaan Akan Eksplorasi Migas...

      • 08 Mar, 2019
    • Dibatalkan, Aturan Mudik Lokal di Aceh Wajib Punya...

      • 04 May, 2021

    Hubungi Kami

    • Jln. Mesjid No.41 Mon Geudong Kec. banda Sakti Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
    • +6282276084843
    • help@marjinal.id

    Mari Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru dari kami

    © 2026 All right reserved by marjinal.id